by

Jadi Korban Perbudakan Kapal China, Dua ABK WNI Nekat Terjun ke Laut Untuk Melarikan Diri

BENTARARAKYAT.COM – RIAU – Dua anak buah kapal (ABK) kapal Lu Qing Yuanyu 213 berbendera China yang ditemukan terapung di Perairan Perbatasan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) diduga korban kejahatan perdagangan manusia (human traficking).

Kedua ABK tersebut yakni Reynalfi (22) berasal dari Medan, Sumatera Utara dan Andri Juniansyah (30) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka terapung di laut setelah nekat lompat dari kapal tempatnya bekerja.

“Dugaan sementara mereka ini merupakan korban traficking. Karena, oleh penyalur di Jakarta, mereka dijanjikan akan dipekerjakan di pabrik tekstil di Korea, tapi faktanya dipekerjakan di kapal nelayan Cina,” kata Kapolres Tanjungbalai Karimun, AKBP Muhammad Adenan.

Keduanya ditemukan oleh seorang nelayan yang berasal dari Leho Tebing, Tanjung Balai Karimun di perairan perbatasan internasional Kepri. Adenan menuturkan saat diperiksa kedua ABK tersebut mengaku tidak tahan bekerja di kapal itu.

Selama bekerja di atas kapal Cina tersebut, keduanya mengaku mendapat tekanan pekerjaan yang berat. Bahkan, selama berada di atas kapal, mereka tidak dapat berkomunikasi dengan siapapun, termasuk keluarga. /red/krjogja.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed